Pertemuan Alumni PKPPNU Blora Bahas Masa Depan KTST
Tunjungan, PCNUBlora – Pertemuan Alumni Pendidikan Kader Penggerak Pertanian Nahdlatul Ulama (PKPPNU) angkatan pertama se-Kabupaten Blora sukses digelar pada Ahad, 23 Februari 2025.

Acara yang berlangsung di LPP MWCNU Tunjungan, Merah, Sitirejo, Tunjungan, ini dihadiri oleh 28 peserta, termasuk Ketua dan Sekretaris LPP PCNU Blora, serta Ketua Tanfidziyah PCNU Blora yang juga pembina Kadang Tani Sarwo Tulus (KTST), H.M. Fatah.
Acara dimulai dengan pembukaan, tahlil, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan yel-yel PKPPNU. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua LPP PCNU Blora, Alwi Abbas, serta pengarahan dari Ketua Tanfidziyah PCNU Blora, H.M. Fatah.
Dalam sambutannya, Alwi Abbas menyampaikan bahwa Blora telah diminta untuk menyusun kepengurusan KTST cabang dan akhirnya menetapkan Mbah Mad Zaini sebagai ketua. SK KTST Blora pun telah resmi dikeluarkan..
“Saya berharap setelah SK KTST tingkat Kabupaten atau cabang sudah turun, KTST tingkat Cabang dapat menindaklanjuti penurunan SK di tingkatan kecamatan, bahkan di tingkatan desa,” ujar Alwi Abbas.
“Kaitan dengan agenda kedepan nanti bisa dibahas di internal KTST. LPP juga sebenarnya anggota KTST, cuma nanti agenda seperti pertemuan rutin dan gerakan terkait organik, KTST Blora bisa memfokuskan pada gerakan agenda-agenda kedepan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Blora, H.M. Fatah, menegaskan pentingnya penguatan organisasi agar pertanian organik yang diperjuangkan oleh KTST tetap bertahan di tengah banyaknya tantangan.
Menarik Dibaca: LPPNU BLORA TERUS BENAHI TATA KELOLA PERTANIAN ORGANIK
“Saya berterima kasih banyak pada LPP PCNU Blora dan Kadang Tani Sarwo Tulus, yang pagi ini membuat kegiatan silaturahim. Ini dapat disebut dengan pertemuan rutin? Alhamdulillah semoga bisa rutin,” katanya.
H.M. Fatah juga menyoroti pentingnya legalitas organisasi dengan penerbitan SK sebagai bentuk penguatan struktur.
“Kalau sudah ada SK-nya, ayo diatur, kita belajar berjam’iyyah. Berjam’iyyah itu baik. Orang itu kalau dibariskan akan berlipat ganda kekuatannya. Akan tetapi, jika tidak diatur, tidak ada organisasinya, tidak ada aturannya, maka kekuatannya pun tidak akan maksimal,” tegasnya.
Selain itu, dalam pertemuan Pertemuan Alumni PKPPNU ini juga dibahas perkembangan pertanian organik di Blora yang sempat mendapat banyak tantangan, baik dari internal keluarga maupun lingkungan sekitar.
H.M. Fatah menceritakan bahwa meskipun sudah ada bukti keberhasilan pertanian organik, masih banyak petani yang ragu untuk beralih dari sistem konvensional.
Baca Juga: Survey Lahan KTST Blora Dukung Pertanian Organik
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat KTST Blora agar terus berkembang dan memiliki legitimasi yang kuat dalam memperjuangkan pertanian organik sebagai bentuk jihad ekonomi bagi petani NU di Blora.
Diharapkan, dengan semakin solidnya organisasi dan adanya dukungan penuh dari PCNU Blora, KTST dapat menjadi wadah utama bagi para petani organik dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan serta sesuai dengan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin.
Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Pingback: Bupati Blora dan NU Bahas Tarekat Pertanian Organik - PCNU KABUPATEN BLORA