News

Lomba Menulis Pegon: Menyambung Jejak Sejarah Santri dari Masa ke Masa

BLORA, PCNUBLORA – Suasana Senin pagi yang cerah menjadi saksi semaraknya Lomba Menulis Pegon. Lomba menulis pegon ini menjadi bagian dari rangkaian pameran foto “Santri Blora Chronicles”.

Lomba Menulis Pegon_ Menyambung Jejak Sejarah Santri dari Masa ke Masa (2)

Kegiatan yang diselenggarakan di Blora Creative Space/Gedung GNI ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Blora.

Inisiator kegiatan pameran, Dalhar Muhammadun, tak menyangka antusiasme masyarakat akan begitu besar. 

“Awalnya kami hanya memperkirakan 100 peserta. Tapi ternyata jumlahnya membludak hingga 158 peserta. Ini bukti bahwa masyarakat, terutama kalangan santri, sangat rindu dan ingin terhubung dengan sejarah mereka sendiri,” ujarnya dengan mata berbinar.

Lomba Menulis Pegon tahun ini mengusung tema istimewa: “Rekonstruksi Naskah KH. Muhammad Idris tentang Pendirian Madrasah di Blora – Pidato di Masjid Jami’ Blora Tahun 1929.”

Kegiatan ini dikoordinatori oleh LTN PCNU Kabupaten Blora di bawah kepemimpinan Imam Ali Bashori. Bagi Imam Ali Bashori, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya menyambungkan teks masa lalu ke masa kini. 

“Pegon bukan hanya huruf, tapi jembatan antara generasi santri terdahulu dan generasi hari ini. Dengan menulis ulang naskah KH. Muhammad Idris, kita bukan hanya belajar, tapi juga menghidupkan kembali perjuangan pendirian madrasah yang menjadi pondasi penting perkembangan Islam dan pendidikan di Blora,” tuturnya.

Suasana ruang lomba terasa hangat. Puluhan peserta duduk khusyuk dengan bolpoin dan alas tulis mereka masing-masing. Beberapa terlihat sangat serius menyalin setiap huruf, seakan sedang berbicara langsung dengan masa lalu. 

Salah satu peserta, Lutfan, mengaku sangat antusias. “Saya merasa seperti sedang belajar langsung dari KH. Muhammad Idris. Ini pengalaman berharga,” ungkapnya.

Perlu diketahui kembali bahwa lomba menulis pegon ini menjadi salah satu acara kunci untuk menyemarakkan agenda Pameran foto. Pameran foto “Santri Blora Chronicles” sendiri menyajikan dokumentasi visual sejarah santri Blora dari masa ke masa — mulai dari aktivitas pesantren tempo dulu, potret para kiai, hingga jejak perjuangan pendidikan Islam. 

Foto-foto tersebut tersaji dengan narasi sejarah yang kuat, mengajak pengunjung menjelajahi ingatan kolektif santri Blora.

Imam Ali Bashori, Ketua LTN PCNU Blora menambahkan bahwa lomba tidak hanya sekedar lomba, tapi juga juga menjadi momentum penting untuk merawat tradisi tulis Pegon sebagai warisan keilmuan pesantren. 

Tradisi ini dulunya digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah dan ilmu agama di tengah masyarakat. Kini, melalui lomba dan pameran, tradisi tersebut dihidupkan kembali dengan cara yang lebih segar dan melibatkan generasi muda.

“Kita ingin pameran ini bukan hanya ditonton, tapi dihidupi, diresapi, dan diwariskan,” tambah Imam Ali Bashori.

Pameran ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung selama rangkaian Pekan Raya Hari Santri Nasional 2025. Panitia berharap masyarakat luas, terutama kalangan pelajar, mahasiswa, dan santri, turut hadir dan merasakan atmosfer sejarah perjuangan para ulama dan santri Blora.


Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Admin PCNU Blora

Selamat datang di situs online Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora. Kami menyajikan Informasi, program dan kegiatan dari PCNU Blora, Lembaga dan Banom, MWC serta Ranting. Di samping itu kami juga akan menyampaikan opini atau artikel yang berhubungan dengan khazanah Ahlussunnah Wal Jamaah yang bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Semoga website ini bisa bermanfaat bagi banyak pihak, khususnya jamaah maupun jamiyah NU di Kabupaten Blora.

Tinggalkan Balasan