Pameran Foto Santri Blora Menggerakkan Semangat Generasi Muda
BLORA, PCNUBLORA – Suasana pagi yang cerah menjelang siang di kawasan BCS/GNI Blora terasa begitu hangat dan penuh energi. Usai apel Hari Santri Nasional 2025, rombongan siswa-siswi MTs Ma’arif Blora tampak bergerak serempak menuju ruang pameran foto “Santri Blora Chronicles”, sebuah ruang edukatif yang menyimpan jejak panjang perjuangan dan peradaban pesantren di Blora.

Langkah mereka ringan namun bersemangat. Dengan buku catatan di tangan, para siswa kelas VII hingga IX mengamati setiap foto yang terpajang — dari potret para kiai kharismatik, aktivitas santri di masa lampau, hingga momen-momen penting berdirinya madrasah di tanah Blora. Tak sekadar melihat, mereka mencatat, bertanya, dan berdiskusi, mencoba memahami makna perjuangan di balik setiap bingkai.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menggerakkan semangat belajar sejarah pesantren melalui cara yang lebih visual dan menyentuh. Guru pendamping, Wahono, mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas yang penuh makna.
“Anak-anak kami belajar sejarah bukan hanya dari buku, tapi dari gambar yang hidup. Mereka bisa merasakan bagaimana para santri dulu berjuang dengan ketulusan dan ilmu,” tutur Wahono dengan bangga.
Bagi panitia pameran, kunjungan pelajar madrasah ini menjadi bukti bahwa pameran foto bukan hanya dokumentasi, tapi gerakan kultural yang mampu menyentuh dan menggerakkan kesadaran generasi muda untuk mencintai tradisi dan perjuangan santri.
Dalhar Muhammadun, inisiator pameran, mengatakan bahwa antusiasme pengunjung muda menjadi bukti bahwa sejarah santri tetap relevan dan terus hidup di hati mereka.
“Kami ingin pameran ini menggerakkan ingatan, membangkitkan rasa bangga, dan menumbuhkan kembali semangat keilmuan santri Blora,” ungkapnya.
Suasana pameran pun terasa hangat dan inspiratif. Cahaya matahari menembus kaca jendela, memantul di antara deretan foto hitam-putih yang menggambarkan wajah-wajah santri dari masa ke masa. Di tengah ruang itu, para siswa MTs Ma’arif tidak hanya hadir sebagai pengunjung, tetapi sebagai generasi penerus yang terus bergerak membawa nilai-nilai pesantren ke masa depan.
“Santri adalah gerak. Ia bergerak dengan ilmu, berjuang dengan akhlak, dan menggerakkan masyarakat dengan teladan,” tutup Dalhar penuh makna.
Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
