Konsep Kebahagiaan Sesuai Islam dalam kitab Minhajus Sa’adah
Konsep Kebahagiaan Islam – Lailatul Ijtima’ kedua yang diselenggarakan oleh PCNU Blora pada 22 Februari 2025 di Pesantren Al Alif Setro menjadi ajang kajian keislaman yang penuh hikmah.

Salah satu kajian utama dalam acara ini adalah pembahasan kitab Minhajus Sa’adah yang disampaikan oleh Kyai Agus Abdullah. Kitab ini membahas konsep kebahagiaan dalam Islam yang berlandaskan pada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kunci Kebahagiaan: Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Kyai Agus Abdullah membuka kajiannya dengan sebuah pertanyaan reflektif, “Siapa disini yang ingin hidup bahagia?” Semua hadirin tentu menginginkannya.
Beliau kemudian menegaskan bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa diperoleh dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Minhajus Sa’adah:
أَوْصِيْكُمُ يَامَعْشَرَ الْاِخْوَانِ * عَلَيْكُمْ بِطَاعَةِ الدَّيَانِ
(Aku berwasiat kepada kalian semua wahai para saudaraku * Tetaplah (selalulah) dengan taat kepada Allah Yang Maha Menghakimi)
Konsep kebahagiaan yang pertama yaitu untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kyai Agus Abdullah menyebutkannya dengan seperti di bawah:
وُجُوْبُ طَاعَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ
(Wajib menaati Allah dan Rasul-Nya)
Dalam Islam, kebahagiaan tidak diukur dari harta, kedudukan, atau jumlah istri yang dimiliki, melainkan dari sejauh mana seseorang menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kyai Agus menegaskan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat hanya bisa diraih dengan mengikuti ajaran Islam secara kaffah.
Jangan Menyia-nyiakan Waktu
Konsep kebahagiaan berikutnya dalam kitab ini adalah peringatan untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Kyai Agus Abdullah mengutip sebuah nadzam:
إِيَّاكُمُ أَنْ تُهْمِلُوْا أَوْقَاتَكُمْ * فَتَنْدَمُوْا يَوْمً عَلَى مَافَاتَكُمْ
(Takutlah kalian menyia-nyiakan waktu, kelak kalian akan menyesal atas apa yang telah terlewatkan)
Waktu adalah nikmat yang sering disia-siakan. Kyai Agus mengingatkan bahwa setiap detik yang berlalu tidak akan bisa kembali.
Oleh karena itu, umat Islam harus mengisi waktu dengan amal kebaikan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ
(Takutlah terhadap suatu hari ketika kalian semua dikembalikan kepada Allah) (QS. Al-Baqarah: 281)
Peringatan ini menjadi refleksi bagi setiap muslim agar tidak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi maksiat.
Memanfaatkan Masa Muda untuk Taat
Salah satu poin penting lainnya dalam kajian ini adalah anjuran untuk menggunakan masa muda dengan sebaik-baiknya. Dalam kitab Minhajus Sa’adah disebutkan:
اِهْتِمَامُ زَمَانِ الشَّبَابِ لِلطَّاعَةِ
(Memanfaatkan waktu muda untuk taat)
Kyai Agus mengingatkan bahwa banyak orang berpikir taat itu hanya untuk orang tua. Padahal, ketaatan harus dimulai sejak muda.
Masa muda adalah aset berharga yang tidak boleh disia-siakan. Beliau menyampaikan, “Jangan berpikir nanti kalau tua baru taat. Kalau tidak dimulai dari sekarang, nanti bisa terlambat.”
Sebagaimana dijelaskan dalam nadzom:
وَإِنَّمَا غَنِيْمَةُ الْإِِنْسَانِ * شَبَابُهُ وَالْخُسْرُ فِى التَّوَانِي
(Kekayaan terbesar manusia adalah masa mudanya, dan kerugian adalah sikap menunda-nunda kebaikan)
Orang yang menunda kebaikan akan menyesal di kemudian hari. Sebaliknya, mereka yang memanfaatkan masa muda dengan ibadah dan ketaatan akan mendapatkan kebahagiaan sejati.
Kesimpulan
Dari kajian kitab Minhajus Sa’adah dalam Lailatul Ijtima’ PCNU Blora, ada tiga konsep utama kebahagiaan dalam Islam:
- Taat kepada Allah dan Rasul-Nya – Ini adalah kunci utama kebahagiaan dunia dan akhirat.
- Tidak menyia-nyiakan waktu – Setiap detik berharga, jangan sampai terbuang sia-sia.
- Memanfaatkan masa muda untuk taat – Semakin dini seseorang taat, semakin besar peluang mendapatkan kebahagiaan sejati.
Lailatul Ijtima’ ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukanlah soal materi, tetapi tentang bagaimana kita hidup sesuai dengan ajaran Islam.
Sebagaimana yang disampaikan Kyai Agus Abdullah, “Kalau ingin hidup bahagia, maka taatilah Allah dan Rasul-Nya.”
Semoga kajian ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjalani hidup dengan lebih baik. Aamiin.
Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Pingback: Rakor MWC NU Ngawen Bahas Program Ramadhan dan Pelantikan
Pingback: Lapanan MWC NU Tunjungan di Sitirejo Berlangsung Khidmat - PCNU KABUPATEN BLORA
Pingback: Menginspirasi Lewat Cerita, Andy F. Noya Menyentuh Hati - PCNU KABUPATEN BLORA
Pingback: Lailatul Ijtima PCNU Blora: Konsolidasi, Kaderisasi, dan Sejarah NU - PCNU KABUPATEN BLORA