Keislaman

Sebab Fakir Menurut KH. Abdul Qoyyum Mansyur

Sebab Fakir Menurut KH Abdul Qoyyum Mansyur (Gus Qoyyum)
KH Abdul Qoyyum Mansyur (Gus Qoyyum)

Banjarejo, PCNUBLORA – KH Abdul Qoyyum Mansyur atau Gus Qoyyum (sapaan akrab) dalam tausiyah peringatan haul KH Masyhuri Umar

ke 27 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jumat (7/8/2022) lalu, menerangkan beberapa hal penyebab kefakiran, yang dikutip dari berbagai kitab.

Hal-Hal Yang Menyebabkan Faqir Menurut Gus Qoyyum

1. Menolak Nasihat Orang-Orang Baik

Pertama, menolak nasihat orang-orang baik (alim ulama), dikisahkan oleh Gus Qoyyum, dahulu pada zaman nabi, ada seorang umat yang bernama Khazan yang artinya susah, oleh nabi bermaksud mengganti namanya dengan Sahal yang berarti mudah, namun si Khazan menolak padahal yang mengganti namanya adalah Nabi Muhammad, manusia yang paling mulia.

Alhasil hidup Khazan sampai dengan keturunannya mengalami kerepotan dalam hidupnya. Salah satunya adalah Sa’id bin Musayyab, ulama besar ahli hadits yang merupakan menantu dari Abu Hurairah. Beliau berucap, “Saya fakir seperti ini karena kakek saya menolak diganti namanya oleh Kanjeng Nabi,” tutur Gus Qoyyum.

2. Menghambur-hamburkan Uang Demi Kebanggaan

Kedua, menghambur-hamburkan uang untuk membangun (rumah) demi kebanggaan. Gus Qoyyum menerangkan tidak ada kata juara untuk urusan bangunan, saat ini mungkin bangunan rumah yang kita miliki adalah yang terbagus, tapi untuk lima tahun mendatang predikat itu tentu sudah berubah. Jadi jangan terburu bongkar-bangun-bongkar-bangun untuk merenovasi menjadi yang terbagus lagi, itu maknanya menghamburkan uang hanya untuk fakhoma (kebanggaan).

3. Melakukan Perbuatan Maksiat

Ketiga, perkara yang menyebabkan kekafiran adalah melakukan perbuatan maksiat. Diantaranya, membodohi soal harga barang, contohnya harga barang seribu dikatakan lebih. Gampang berucap sumpah, dalam hal apapun biasanya untuk meyakinkan orang lain di ucapkanlah sumpah, sehingga hilang barokahnya. Selanjutnya mengiklankan barang milik sendiri melebihi kenyataan. Sehingga dalam Islam iklan itu dilarang karena selalu menampakkan lebih baik dari suatu produk.

4. Tidur Setelah Subuh

Keempat, jangan tidur setelah Subuh, naumu subhi yamna’ur rizqo, jangan tidur setelah subuh karena “nyeretno” rejeki. Waktu subuh adalah waktu yang utama untuk melakukan aktivitas menyambut datangnya hari, jangan disia-siakan.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan faqir menurut dawuh Gus Qoyyum, semoga kita semua bisa menghindari perkara tersebut sehingga kefakiran jauh dari kehidupan kita sampai anak turun kita. Amin Allahumma Amin.


Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Admin PCNU Blora

Selamat datang di situs online Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora. Kami menyajikan Informasi, program dan kegiatan dari PCNU Blora, Lembaga dan Banom, MWC serta Ranting. Di samping itu kami juga akan menyampaikan opini atau artikel yang berhubungan dengan khazanah Ahlussunnah Wal Jamaah yang bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Semoga website ini bisa bermanfaat bagi banyak pihak, khususnya jamaah maupun jamiyah NU di Kabupaten Blora.

Tinggalkan Balasan