News

Ranting NU Sebagai Ujung Tombak Kekuatan Nahdliyin

Demak, PCNUBLORA – Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar dunia memiliki struktural dari pusat, provinsi, kabupaten sampai ke desa-desa. Dari desa inilah yang menjadi ujung tombak kekuatan nahdliyin.

Hal tersebut dikatakan oleh Rois Syuriyah PWNU Jateng, KH. Ubaidullah Shodaqoh dalam kegiatan istighosah menyambut kebangkitan abad kedua Nahdlatul Ulama. Diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah di Masjid Agung Demak, Sabtu (30/7) kemarin.

“Peran para kyai, tokoh pemimpin surau atau langgar dan pesantren sangat penting demi kemajuan bangsa. Pembangunan tentu melibatkan pemimpin-pemimpin bawah yang berada di tengah-tengah masyarakat. Kemudian anak ranting dan ranting NU sebagai ujung tombak kekuatan kita, tombak kebangkitan dan yang menjaga tradisi wali songo” ucap Yai Ubaid (sapaan akrab Rois Syuriyah PWNU Jateng).

Hadir dalam kesempatan tersebut Katib syuriyah PBNU, jajaran PWNU Jateng, PCNU Demak dan PCNU se Jateng, Banom se Jateng, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, majelis thoriqoh, ISNU, Pergunu. Hadir juga Bupati Demak beserta wakilnya dan jajaran Sekda Demak.

Katib Am PBNU, KH. Ahmad Said Asrori menyampaikan arahan sekaligus mauidoh hasanah. Pihaknya berpesan, pendiri NU bukan sembarang orang. Tujuan NU didirikan sangat mulia yaitu selalu berpegang teguh pada akidah Islam ala Ahlussunah Wal Jamaah.

“Kurun waktu 100 tahun NU mengalami berbagai cobaan. Ada yang membahagiakan ada yang menyakitkan. Dalam rangkaian harlah ini, puncaknya pada tanggal 16 Rajab di Gelora Bung Karno. Kita akan mengerahkan 300.000 warga NU,” terang Asrori.

Katib Am ini juga memaparkan secara rinci cobaan NU sejak berdiri. Mulai NU ikut andil berjuang demi kemerdekaan, cobaan zaman PKI, zaman orde baru, pelengseran Gus Dur hingga cobaan era sekarang.

“PBNU akan melaksanakan Muktamar Fiqih Peradaban dengan mengundang tokoh agama sedunia. Adanya NU bukan hanya untuk Indonesia tapi dunia. Meragab atau merawat jagat membangun peradaban. Jadi jagat untuk seluruh umat manusia,” bebernya.

Untuk diketahui, istighosah menyambut kebangkitan abad kedua NU diawali dengan sholat subuh berjamaah di Masjid Agung Demak. Dilanjutkan seremonial pembukaan. Pembacaan istighosah dipimpin oleh Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Prof. Dr. Abdul Hadi Mutohar serta diakhiri doa bersama.

Terpisah, Sekretaris PCNU Blora, Yunus Bakhtiar sangat mengapresiasi acara istighosah yang diikuti oleh Ulama, para Kyai, PCNU dan Banom NU se Jawa Tengah ini. Menurutnya istighosah ini adalah bentuk munajat kepada Allah dan tabarukan kepada para wali.

“(Istighosah) ini adalah munajat kepada Allah serta tabarukan pada para wali khususnya Wali Songo, sehingga NU yang memulai masuk di abad kedua diselamatkan Allah, diberikan keberkahan. Istiqomah dalam melayani jamaah dan selalu berkontribusi pada bangsa dan negara,” ucapnya usai kegiatan. (Jml).


Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Admin PCNU Blora

Selamat datang di situs online Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora. Kami menyajikan Informasi, program dan kegiatan dari PCNU Blora, Lembaga dan Banom, MWC serta Ranting. Di samping itu kami juga akan menyampaikan opini atau artikel yang berhubungan dengan khazanah Ahlussunnah Wal Jamaah yang bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Semoga website ini bisa bermanfaat bagi banyak pihak, khususnya jamaah maupun jamiyah NU di Kabupaten Blora.

Tinggalkan Balasan