Budaya dan SastraPuisi

Semu

Oleh: Endah Lestari

Puisi Semu

Bongkahan dedaunan turut bisu

Melenggang sedikit tertimpa kayu

Gulita tanpa sekecil kilatan

Karena paruh tak mampu melisankan

Terlalu jujur perihal kedustaan

Berlebihan jika selalu bernaskan

Terlalu naif perihal pura-pura

Semesta, benarkah ini nyata?

Terbesit beberapa analogi kata

Namun, semu tak terbaca

Terngiang beberapa kemungkinan

Namun juga melayang dalam angan

Bagai drama di atas gelanggang

Bergerak, merangkak, berjalan

Rentetan kemusykilan yang memanjang

Syukur pedih hikmah perjalanan

Lebih dari satu fatwa menyeluruh

Seperti istana yang utuh

Relung waktu turut runtuh

Menjadi alasan untuk tumbuh

Blora, 2 Maret 2025

Direvisi : 30 Maret 2025


Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Endah Lestari

Endah Lestari, gadis desa asli Kota Blora yang terkadang suka menulis asal kata dan menonton film sesuka hatinya. Ia merupakan alumni dari UIN RMS Surakarta, Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Gubahan ini dibuat bukan karena kompetisi, apalagi untuk mencari sensasi sana-sini. Tulislah sesuatu yang mengganggu pikiranmu, jika lisanmu tak mampu mengungkapkan semua itu. Jangan hanya memendam, yang berakhir sesuatu yang tak diinginkan. Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi akun instagramnya @endahlestariiiiii

Tinggalkan Balasan