News

Silat Pagar Nusa Sahkan 460 Warga

Blora, PCNUBLORA – Agenda wisuda keenam anggota padepokan Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Blora telah mengesahkan sebanyak 460 warga baru. Wisuda dilaksanakan, Sabtu (8/10) kemarin di Gedung Serbaguna Nahdlatul Ulama (GSNU) Blora.

Ketua PN Blora, Nurul Aqdom menjelaskan, selain 460 yang diwisuda juga ada penyematan anggota kehormatan PN, yaitu 7 Ketua MWC dari Jiken, Bogorejo, Jepon, Blora Kota, Banjarejo, Japah dan Ngawen. Menurutnya kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses.

“Alhamdulillah wisuda ini sukses perencanaannya dan sukses penyelenggaraannya. Saya berharap yang wisuda ini ilmunya bermanfaat, tidak menyalahgunakan ilmu bela diri, tapi untuk kesehatan, bela diri dan prestasi,” ucapnya.

Tiap kecamatan dari perguruan ini telah memiliki Pengurus Anak Cabang (PAC). Dalam wisuda keenam perguruan PSNU ini, Nurul Aqdom mewanti-wanti agar seluruh anggota Pagar Nusa ketika perjalanan pulang tidak konvoi dan tidak anarkis.

“Setelah ini semoga sampai rumah dengan selamat. Jangan bleyer-bleyer, jangan sampaikan kata-kata yang provokatif, jangan sampai meresahkan masyarakat. Jadilah bermanfaat untuk kita sendiri dan untuk orang lain,” imbaunya.

Hadir dalam kesempatan tersebut PCNU Blora, Anggota DPRD Blora fraksi PKB, seluruh banom NU, beberapa pengasuh pondok pesantren, dewan khos Pagar Nusa Blora serta PAC Pagar Nusa se Blora dan peserta wisuda anggota baru.

Sekretaris PCNU Blora, Yunus Bakhtiar Rifa’i dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada warga baru. Menurutnya Perguruan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa tidak bisa terlepas dari NU. Ikut Pagar Nusa sudah otomatis NU.

“Mengikuti Pagar Nusa artinya mendapat mandat melestarikan seni pencak silat dari para kiai. Kemudian ada mandat prestasi, Pagar Nusa semakin lama semakin menunjukkan prestasinya dalam perlombaan,” terangnya.

Pagar Nusa, lanjut Yunus, tidak sekadar seni bela diri tapi juga sebagai media i’tiqad ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Paling penting, Pagar Nusa jadi media dakwah kelestarian i’tiqad Aswaja.

“Pagar Nusa ini jumlahnya banyak, setelah dikumpulkan harus bisa dibariskan, setelah dibariskan harus bisa digerakkan. Karena kita ini menyatukan barusan Nahdlatul Ulama. Bisa memperlihatkan prestasinya, eksistensinya dan menjunjung tinggi akhlakul karimah. Selamat kepada warga yang baru diwisuda, semoga kepengurusan ke depan lebih baik,” terangnya.

Di sela-sela menunggu kedatangan Bupati Blora Arief Rohman, terdapat pertunjukan atraksi bela diri. Mulai menunjukkan beberapa jurus, sambung (tarung) tangan kosong sampai menggunakan senjata. 

Bupati Arief Rohman ketika tiba di lokasi langsung berdiri di podium. Kemudian berpesan kepada 460 warga Pagar Nusa yang diwisuda untuk tidak sombong dan tidak menyalahgunakan ilmu bela diri.

“Pagar Nusa harus jadi contoh. Wes dilantik ojo mlete. Saya lihat ini tertib, nanti saat pulang jaga ketertiban biar jadi contoh,” pesannya yang juga Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah.

Ia mengucapkan selamat kepada warga yang baru di wisuda. Pihaknya berharap Pagar Nusa lebih maju dan dapat melahirkan atletis berprestasi dalam ajang kejuaraan-kejuaraan.

“Selamat yang sudah wisuda, semoga bermanfaat dan terus berkembang. Pagar Nusa harus bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, jangan sampai kalah dengan perguruan lain. Silahkan Pagar Nusa Blora adakan kejuaraan-kejuaraan, makin banyak kejuaraan tentu anak giat berlatih,” terang Bupati Arief.


Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Admin PCNU Blora

Selamat datang di situs online Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora. Kami menyajikan Informasi, program dan kegiatan dari PCNU Blora, Lembaga dan Banom, MWC serta Ranting. Di samping itu kami juga akan menyampaikan opini atau artikel yang berhubungan dengan khazanah Ahlussunnah Wal Jamaah yang bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Semoga website ini bisa bermanfaat bagi banyak pihak, khususnya jamaah maupun jamiyah NU di Kabupaten Blora.

Tinggalkan Balasan