Kiai Syarof: Lihatlah Orang Yang Berada Di Bawahmu Dalam Urusan Dunia!

Blora, PCNUBlora.com -Kegiatan pengajian rutin bulanan Muslimat Fatayat NU Ranting Desa Sendangwungu telah terlaksana pada Jum’at (02/09) dimulai pada pukul 13.00 WIB. Kali ini acara pengajian rutin tersebut berlokasi di pendopo kabupaten Blora.
Panitia penyelenggara acara tersebut ialah pengurus Muslimat Fatayat NU ranting desa Sendangwungu. Acara ini bertujuan untuk menggugah semangat warga nahdliyyin, khususnya kaum Muslimat Fatayat Ranting Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora untuk menambah keilmuan dan wawasan keagamaan.
Acara ini dihadiri seluruh anggota muslimat dan fatayat NU ranting desa Sendangwungu, pengurus muslimat dan fatayat cabang Blora, juga dihadiri oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman. Dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih dan selamat datang kepada seluruh hadirin. Ia juga mengucapkan terimakasih karena warga Sedangwungu telah mendukungnya untuk menjadi Bupati Blora.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas doa dan dukungan warga Sendangwungu kepada saya. Semoga kedepannya tetap dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Pembicara pada pengajian tersebut adalah KH. Syarofuddin Ismail Qoimaz dari Rembang. Dalam tausiahnya, kiai Syarof berpesan kepada hadirin untuk senantiasa menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang dilimpahkan Allah.
Dia menuturkan bahwa salah satu kenikmatan yang diberikan Allah adalah kita dapat hidup di negara Indonesia. Sebab di Indonesia kita masih menemukan rasa kekeluargaan yang kuat.
“Selain itu, tanah air Indonesia adalah bumi yang subur, sehingga dapat mencukupi kebutuhan warganya. Maka dari itu, sudah selayaknya bagi kita untuk mencintai dan bangga kepada Indonesia,” terangnya.
Pesan kedua yang disampaikan adalah menjadi hamba yang selalu merasa cukup. Sebaik-baiknya sesuatu adalah yang berada di tengah. Bukan kurang maupun lebih. Karena dengan menjadi hamba yang merasa cukup, maka hati akan menjadi tentram tanpa kekhawatiran berlebih, karena semua telah diserahkan kepada Allah. Ia menukil satu bait syi’ir Tanpo Waton karya Gus Dur:
‘Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar nerimo snajan paspasan
Kabeh tinakdir saking pengeran
Kabeh tinakdir saking pengeran
Pesan terakhir yang dinasehatkan kepada hadirin ialah jangan memandang keatas untuk urusan dunia.
“Jangan sekali-kali engkau melihat ke atas dalam urusan dunia. karena kalian akan selalu merasa kurang, sungguh urusan dunia itu tidak ada ada kata cukup. Lebih baik melihat orang yang berada jauh di bawahmu, karena itu dapat membuat hatimu selalu bersyukur,” pungkasnya.
Maka, kita bisa memetik pesan tersebut bahwa salah satu cara bersyukur adalah selalu memandang ke bawah dalam urusan dunia. termasuk urusan harta. Banyak sekali orang yang tidak seberuntung kita, namun rasa syukurnya melebihi kita.
Nasihat ini selaras dengan sabda Nabi Muhammad untuk umatnya agar memandang kebawah dalam urusan dunia dan memandang ke atas untuk urusan akhirat. Maka, hendaknya kita selalu bersyukur atas apapun yang telah dilimpahkan Allah kepada kita.
Eksplorasi konten lain dari PCNU KABUPATEN BLORA
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
